INILAH.COM, Jakarta- Sikat gigi bekas bukan berarti ini membawa banyak bakteri berbahaya. Penelitian justru menemukan hal sebaliknya.
Tim ahli dari Universitas Texas Medical Branch tidak menemukan adanya kuman radang tenggorokan pada lebih dari selusin sikat gigi yang habis dikenakan oleh anak-anak penderita radang tenggorokan.
Sebaliknya mereka menemukan kuman yang berpotensi membahayakan pada sikat gigi baru yang keluar dari kemasannya.
'Aku hanya tercengang,' kata Dr Lauren Shepard, pemimpin penelitian kepada NBC News, seperti dilansir dari dailymail.
Tes terhadap sikat gigi milik lebih dari 40 anak-anak menunjukkan hanya satu sikat yang terkontaminasi dengan streptococcus, bakteri penyebab radang tenggorokan. Itu berasal dari sikat gigi seorang anak yan tidak memiliki radang tenggorokan.
Anak-anak yang terlibat penelitian diminta untuk menggosok sikat gigi mereka tanpa pasta gigi selama satu menit. Sikat gigi kemudian disimpan di kantong steril untuk diuji.
Hasilnya, mereka tidak menemukan adanya bakteri pada sikat gigi mereka yang menderita radang tenggorokan. Sebaliknya, anak yang tanpa radang, pada sikat giginya tim menemukan bakteri ini. Shepard mengatakan, kemungkinan seseorang bisa membawa bakteri tanpa menunjukkan orang tersebut tengah sakit.
"Penelitian mendukung bahwa Anda tidak perlu membuang sikat gigi Anda setelah diagnosis radang tenggorokan, 'Dr Judith Rowen, spesialis tenggorokan dan dokter anak di UTMB yang bekerja pada studi ini.
Sementara yang mengejutkan, bakteri justru ditemukan pada dua sikat gigi baru yang dikeluarkan dari kemasannya. Satu sikat gigi ditemukan tumbuh staphylococcus, bentuk umum dari bakteri, sementara yang lain tumbuh beberapa jenis bacillus, seperti kuman E.coli. [mor]
Add to Cart