INILAH.COM, Sakhir - Panasnya gurun Sakhir rupanya masih tersisa di kubu McLaren usai GP Bahraindi Sirkuit Internasional Bahrain, Sakhir, Minggu malam (21/4/13) WIB.
Meski baru musim ini membalap untuk McLaren, Sergio Perez tak sungkan bersaing secara terbuka dengan pebalap seniornya, Jenson Button. Di Sakhir, pebalap berusia 23 tahun itu secara agresif berusaha menyalip Button. Mobil keduanya bahkan beberapa kali bersenggolan karena tak ada yang mau mengalah.
Button mengaku meminta timnya untuk memerintahkan Perez agar lebih tenang, namun pebalap asal Meksiko itu tetap agresif.
“Balapannya hebat. Satu-satunya yang tidak hebat adalah Checo (Perez). Dia terlalu agresif. Pada kecepatan 300 km/jam, Anda tentu tak mengharapkan rekan setim Anda menyejajari Anda dan berbenturan roda,” katanya seperati dilansir Autosport.
“Itu biasa terjadi pada balap gokar, tetapi biasanya Anda menjadi lebih dewasa dan tak melakukan itu,” pebalap asal Inggris itu menyindir.
Tak mau kalah, Perez balik menuding juara dunia 2009 itu terlalu agresif terhadap dirinya. “Saya rasa saya sama agresifnya terhadap dia seperti dia bersikap agresif terhadap saya. Itu terlalu berlebihan. Kami berdua bisa gagal finis,” katanya.
Button harus puas finis di tempat kesepuluh sementara Perez berada empat posisi lebih baik.
Sementara itu, prinsipal tim, Martin Whitmarsh, berusaha mengurangi sorotan terhadap kedua pebalapnya.
“Saya sudah bicara kepada Jenson dan yang terpenting adalah dia amat dewasa dalam bersikap. Itulah bagusnya Jenson. Dia bisa menahan diri dan menilai diri sendiri, hal yang tak mungkin bisa Anda lakukan saat Anda sedang panas-panasnya begitu keluar dari kokpit,” kata Whitmarsh.
“Dengan cepat dia bisa sampai pada titik dimana, karena dia adalah orang yang cerdas, dia akan paham bahwa Sergio bukanlah orang jahat. Dia (Perez) masih muda, dia mendapat tekanan, dia harus belajar sesuatu dan dia harus membuktikan sesuatu. Keduanya pebalap yang baik dan mudah diatur,” pria berusia 51 tahun itu mengakhiri.
Add to Cart