Senin, 01 April 2013

Korsel Siapkan Sistem Rudal Penangkal Serangan


INILAH.COM, Seoul – Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengungkap sebuah rencana baru “penangkalan aktif”. Rencana ini memungkinan Korsel melakukan serangan terlebih dahulu terhadap Korea Utara bila ada signal serangan nuklir atau peluru kendali yang terdeteksi.


Rencana itu diungkap Menhan Korsel Kim Kwan-jin, Senin (1/4), dalam rapat kebijakan pertahanan tahunan yang dihadiri Presiden Park Geun-hye di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea.


Menhan Kim mengatakan, militer Korsel “akan membangun sistem serangan cepat untuk menghadang ancaman peluru kendali dan nuklir, sementara kemampuan penginderaan dan pengitanian milik kita makin meningkat,” seperti ditulis kantor berita Yonhap.


Kemhan Korsel juga mengerahkan sistem peluru kendali “rangkaian pembunuh” yang digelar lebih awal dari yang dijadwalkan. Sistem peluru kendali pertahanan ini mampu mendeteksi, menembak sasaran dan menghancurkan nuklir Korut serta melumpuhkan sasaran peluru kendali. Padahal, mestinya sistem pertahanan peluru kendali ini baru dipasang pada 2015.


Ketegangan antara Barat dan Korut mencapai titik didih setelah Pyongyang mengancam melakukan tindakan militer pekan ini sebagai respons digelarnya latihan gabungan militer AS-Korsel di sepanjang perbatasan kedua Korea. Latihan ini jelas merupakan unjuk kekuatan militer.


Presiden Korsel mengatakan pada hari Senin bahwa negaranya akan mengambil langkah-langkah menentukan terhadap setiap provokasi Korut, tanpa menghitung konsekuensi politik.


Add to Cart