Senin, 29 April 2013

EQINA Dukung Sikap Netral Menpora


INILAH.COM, Salatiga - Pengurus Equestrian Indonesia (EQINA) menyambut baik sikap netral Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo dalam menyikapi dualisme olahraga ketangkasan berkuda di Indonesia.


Saat ini, ada dua kubu pengurus olahraga equestrian yang saling klaim sebagai badan olahraga equestrian nasional yang sah. EQINA pimpinan Jose Rizal Partokusumo, yang berinduk pada Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) dan Federasi Equestrian Indonesia (EFI) pimpinan Irvan Gading, yang mendapat pengakuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).


Menpora hadir dalam pembukaan ajang Equestrian, Jateng Masters 2013, di Tegalwaton, Salatiga, Jawa Tengah. Beberapa pihak menilai hal tersebut sebagai sikap keberpihakan Menpora kepada EQINA. Namun hal itu sudah dibantah sendiri oleh Menpora. Roy Suryo berjanji akan mencari jalan keluar untuk menyelesaikan permasalahan ini.


"Mereka yang memiliki niat baik dan hati yang tulus untuk memajukan equestrian, justru harus memberi apresiasi atas langkah mulia dari Menpora," ujar Alexander Benyamin, tokoh senior Pordasi yang juga pembina equestrian Indonesia.


Menurut Alex, kehadiran Roy Suryo pada pembukaan Jateng Masters, Sabtu (27/4/13) lalu menunjukkan keseriusan Menpora untuk berdialog dengan komunitas equestrian Indonesia.


"Saya dan teman teman di EQINA memang sangat senang dan bangga dengan kehadiran Menpora di Jateng Masters ini. Namun, kami juga tidak ingin terlalu berlebihan. Yang jelas, kehadiran Menpora tentunya juga berkaitan dengan intensitas kegiatan yang dilakukan oleh EQINA," kata manajer tim berkuda Indonesia saat meraih 3 medali emas di SEA Games 2011.


Komentar serupa juga diberikan Jose Rizal. Ia lebih memilih fokus menggelar kegiatan dan meningkatkan kualitas equestrian Indonesia sebagai bukti keseriusan EQINA. "Kami akan komit dan konsisten untuk menjalankan program kegiatan yang sudah diputuskan," katanya.


Jateng Masters merupakan event ketiga dari 11 seri kejuaraan nasional (kejurnas) EQINA pada 2013, setelah AE Kawilarang Memorial dan EQINA Terbuka. Poin-poin dalam ke-11 seri akan diakumulasikan sebagai poin ranking EQINA.


Selain untuk menentukan prioritas mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas), peraih poin tertinggi berhak memenangkan gelar EQINA Rider of The Year dengan total hadiah senilai 400 juta Rupiah.


Add to Cart