INILAH.COM, Madrid - Penjaga gawang Real Madrid, Iker Casillas, tak sakit hati meski tak pernah dimainkan oleh pelatih Jose Mourinho dalam beberapa pertandingan terakhir.
Penjaga gawang Timnas Spanyol itu kembali menjadi cadangan saat Madrid digasak Borussia Dortmund 1-4 di Stadion Signal Iduna Park, kandang Dortmund, pada leg pertama semifinal Liga Champions, Kamis dini hari (25/4/13) WIB.
Keputusan Mourinho itu cukup mengejutkan. Pasalnya, Casillas merupakan kapten tim bahkan menjadi ikon untuk klub kebanggaan Ibukota Spanyol itu. Alih-alih memanfaatkan hasil buruk ini untuk menyerang kebijakan tim, Casillas justru memberikan dorongan semangat.
“Dalam 90 menit, segalanya bisa terjadi. Kalau perlu, kami rela mati di lapangan untuk mencapai final di Wembley. Mereka yang terpilih akan melakukan yang terbaik untuk memenangkan pertandingan,” kata penjaga gawang berusia 31 tahun itu.
Dengan hasil tersebut, Madrid harus menang dengan skor minimal 3-0, atau menang dengan selisih empat gol atau lebih jika Dortmund berhasil mencetak gol pada leg kedua di Santiago Bernabeu, Rabu dini hari (1/5/13) WIB.
“Kami masih punya satu peluang lagi. Kami marah dan terluka dan saya paham jika kami kesal. Saya kenal rekan-rekan saya dan saya tahu kami ingin menghadapi laga hari Selasa untuk membuktikan kepada fans bahwa kami telah mengalami hari yang buruk dan akan mengalami hari yang baik,” ia menambahkan.
Soal statusnya yang tak lagi menjadi kiper nomor satu Los Blancos, sang penjaga gawang mengaku tetap tenang dan berpikir positif.
“Saya tetap berlatih dengan baik, membantu tim sebisa mungkin. Ini tak seperti yang saya harapkan tetapi yang sekarang harus kami lakukan adalah mendukung tim, sembari menunggu kesempatan saya,” ia mengakhiri.
Add to Cart