INILAH.COM, Sungailiat – Sungailiat Triathlon 2013 usai digelar. Atlet nasional mendominasi kategori overall putra pada lomba yang digelar di Pantai Matras, Sungailiat, Sabtu (20/4/13).
Lomba ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari delapan atlet mancanegara, diantaranya Jerman, Inggris, Australia, Aljazair, Vietnam, Amerika Serikat dan Swedia. Lomba berhadiah total 85 juta ini terbagi dalam delapan kategori, yakni overall, kelompok umur U-29, 30-39 dan 40+. Masing-masing untuk pria dan wanita.
Para peserta menginap di Hotel Parai, Sungailiat, dan berangkat ke lokasi yang berjarak 2km dengan menggunakan sepeda masing-masing.
Dalam triathlon berjenis sprint triathlon ini, pertama para peserta berenang sejauh 750 meter dari pantai dan kembali ke pantai. Kemudian, peserta melanjutkan lomba dengan bersepeda menempuh jarak 20km dan mengakhirinya dengan adu lari sejauh 5km.
Atlet Indonesia dari Nusa Tenggara Barat, Yan Bahtiar menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 jam 05 menit. Rekan sedaerah Yan, M. Qadri, berada di tempat kedua dengan selisih tiga menit. Antonius dari Palembang menempati posisi ketiga dengan catatan waktu 1 jam 10 menit.
Sayang, prestasi membanggakan ini belum mampu dicapai peserta putri Indonesia. Podium untuk kategori overall putri semuanya ditempati atlet mancanegara. Jessica Fox dari Amerika Serikat menjadi yang tercepat untuk kategori ini.
Yan Bahtiar yakin juara
“Saya sendiri sudah yakin akan juara,” kata Yan kepada INILAH.COM, usai lomba. Keyakinan itu didasarkan pada perkembangan yang didapatnya selama berlatih bersama Qadri, salah satu atlet triatlon terbaik Indonesia saat ini.
“Dengan Qadri saat latihan saya bisa menyaingi. Saat renang kadang imbang, sepeda juga, tapi saya unggul di lari,” ia menambahkan.
Selain itu, atlet yang awalnya terjun di cabang halang rintang 3000 meter itu punya motivasi tambahan untuk menjuarai perlombaan Sungailiat Triathlon 2013.
“Saya mendapat motivasi dari atlet nasional Jauhari Johan. Dia awalnya bilang ke saya mau ikut, terus tidak jadi. Lalu dia bilang ‘Yan, kamu harus juara’,” Yan Bahtiar menjelaskan.
Atlet berusia 29 tahun ini cukup dekat dengan pelari andalan Indonesia tersebut. Yan pernah menjadi sparring partner Jauhari saat mempersiapkan diri menghadapi sejumlah event.
Yan, yang pernah menjuarai lima kejurnas halang rintang 3000m dan satu emas di PON 2008 ini mengaku tertarik mendalami olahraga atletik sejak kelas 5 SD.

Qadri kurang persiapan
Sementara itu, Qadri, yang sudah berpartisipasi di sejumlah ajang internasional, harus puas berada di tempat kedua karena kurangnya persiapan.
“Tadi saya salah set di sepeda dan lari. Renang banyak nyasar. Sepeda juga belum maksimal. Selain itu saya juga kurang persiapan karena harus bekerja,” kata atlet yang sudah mampu menembus lima besar Asia itu kepada INILAH.COM.

Jessica terbantu suasana alam
Di kategori putri, Jessica mengaku terbantu oleh suasana trek lomba. Pantai Matras memang sedang cerah saat lomba digelar, dengan air yang jernih. Peserta-peserta dari mancanegara serta penduduk setempat yang menyaksikan event tersebut membuat perlombaan menjadi terasa lebih kompetitif bagi wanita yang saat ini mengajar di Sekolah Bahasa Kepolisian Republik Indonesia itu.
“Enak, tidak bosan. Saya sangat senang saat renang karena pantainya jernih. Saya bisa melihat ke dasar. Saat bersepeda juga treknya jelas, banyak penunjuk jalan, polisi mengamankan dengan baik,” kata Jessica, yang sudah 1,5 tahun tinggal di Indonesia.

“Tantangannya hanya saat lari. Terasa panas. Selain itu jalannya juga berbukit-bukit,” atlet berusia 26 tahun itu menjelaskan.
Jessica mulai tertarik pada triathlon sejak 2007 lalu. Saat ini, ketika tinggal di Jakarta, ia lebih suka berlatih di Sentul, Jawa Barat, dan di kawasan Sudirman saat car free day.
Meski demikian, Jessica punya pengalaman buruk saat mengikuti triathlon di Ancol, Jakarta. “Airnya parah, seperti kopi, mungkin juga beracun. Saya harus berhati-hati saat mengambil nafas ketika berenang,” katanya dalam bahasa Indonesia yang cukup fasih.
Sebelum tinggal di Jakarta, Jessica juga pernah tinggal di Mataram, Lombok, mengajar bahasa asing di SMA 5.
Add to Cart