Senin, 04 Maret 2013

Kinerja BTN Tolok Ukur Keberhasilan PSSI


INILAH.COM, Jakarta - Badan Tim Nasional (BTN) akan menjadi tolok ukur berhasil atau tidaknya PSSI. Karena itu, jajaran pengurusnya harus diisi oleh figur yang benar-benar mahir dalam urusan manajemen sepak bola.


Tugas BTN adalah membentuk, mengatur dan memenuhi semua kebutuhan Timnas, termasuk memilih pelatih yang mampu mengasah dan meningkatkan kemampuan para pemainnya.


Menurut CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, BTN yang diketuai oleh Isran Noor dan wakilnya, Harbiansyah Hanafiah, harus memiliki pelatih yang paham kondisi pemain dan karakter kompetisi serta manajemen yang profesional.


“Untuk urusan teknis, kaptennya adalah pelatih. Tidak ada satu pun pihak yang bisa melakukan intervensi ke pelatih bila menyangkut teknik dan strategi tim,” ujar Joko.


“Untuk manajerial tentu harus ada orang yang piawai dalam mengurus administrasi, logistis, komunikasi dengan federasi tim-tim yang akan bertanding, juga pandai berinteraksi dengan AFC dan FIFA, serta memiliki tim yang berpengalaman mengurusi fasilitas baik saat latihan maupun bertanding, juga memiliki koneksi yang baik dengan media,” ia menambahkan.


Jika hal itu terpenuhi, skuad Timnas akan berlatih dengan tenang dan fokus sepenuhnya pada latihan dan pertandingan.


“Contohnya bila timnas terganggu oleh hal-hal non teknis, pasti akan berpengaruh pada persiapan dan penampilan mereka. Padahal, mereka selalu dituntut untuk tampil maksimal.”


“Jadi saran saya, Setelah BTN menunjuk pelatih asal Argentina, Luis Manuel Blanco, BTN juga benar-benar harus bisa menunjuk orang yang kapabel untuk menjadi manajer tim. Salah tunjuk, tentunya akan beresiko besar. Apalagi waktu persiapan timnas sebelum menghadapi Arab Saudi sudah sangat mepet,” ia menjelaskan.


Sementara itu, ketua harian Persipura Jayapura, La Siya, mengingatkan BTN agar memperhatikan jadwal klub. Bentrok antara kepentingan Timnas dan kepentingan klub soal pemain selalu terjadi setiap tahunnya. La Siya menyarankan agar BTN memiliki administrator dan manajer yang sudah berpengalaman.


Nama seperti Andi Darussalam Tabusala menurut La Siya layak dijadikan manajer Timnas, sementara Demis Djamaoeddin dan Chandra Solekan sebagai administrator.


CEO Arema Cronus, Iwan Budianto, juga mengingatkan perlunya seorang penerjemah untuk pelatih asal Argentina.


“Sementara pelatih mungkin terkendala bahasa maka kita perlu orang-orang yang bisa dengan cepat merangkul pemain dan mendekatkan mereka dengan jajaran pelatih,” kata IB, sapaan akrab mantan manajer Persik Kediri dan Persisam Samarinda ini.


Add to Cart