INILAH.COM, Jakarta - Ketua Bidang Sport and Law Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Haryo Yuniarto membantah kalim Federasi Equestrian Indonesia (EFI), bahwa KOI berencana menerima EFI sebagai anggotanya.
Haryo menjelaskan bahwa KOI telah menerima EQINA sebagai perwakilan olahraga berkuda equestrian di Indonesia, sesuai dengan struktur yang ada.
“Itu isu yang kontroversial, pasalnya jika EFI mau menjadi anggota KOI tentu tidak bisa, karena KOI menaungi Pordasi (Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia), dimana EQINA menjadi anggota Pordasi, itu yang ingin saya klarifikasikan,” ujar Haryo, di Arthayasa Stable, Minggu pagi.
Pada Rapat Umum Anggota KONI, Rabu (27/2/13) di Hotel Peninsula, Jakarta, KOI menegaskan sikapnya menolak EFI sebagai anggota baru KOI.
Isu tersebut muncul dari laporan staf EFI dari RUA KONI. Haryo pun mencoba meluruskan laporan tersebut.
“Justru karena hasil verifikasi dari Sport and Law KOI, maka EFI tidak layak menjadi anggota KOI karena telah ada PORDASI.”
“Inti dari laporan sekretartiat EFI tersebut adalah sebagai berikut: “Agenda rapat KOI itu membahas banyak hal, di antaranya masalah keuangan, program kerja dan lainnya. Termasuk di antara agenda-agenda tersebut adalah ‘pembahasan penerimaan anggota baru dan pemberhentian anggota lama’," Haryo menjelaskan.
EQINA dan EFI tengah bersaing menjadi federasi resmi equestrian Indonesia. Sebelumnya, EFI mendapat pengakuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) namun rupanya tidak demikian halnya dari KOI.
Add to Cart