Rabu, 13 Februari 2013

Rekor Dunia,10 Hari dari Cape Town ke London


INILAH.COM, Jakarta- Sepasang petualang asal Inggris, Philip Young dan Paul Brace memecahkan dua rekord dunia setelah melakukan10.300 milperjalanan dara dari Cape Town, Afrika Selatan ke London, Inggris dalam waktu 10 hari, 13 jam dan 30 menit.



Seperti dilansir dari dailytravel, perjalanan ini lebih singkat tiga hari dari rekor sebelumnya, dan juga mengatur waktu tercepat, mengalahkan catatan terbaik sebelumnya oleh Brits Mac dan Steve MacKenney yang melakukan perjalanan dari London ke Cape Town pada 2010.

Philip dan Paul memacu kendaraan mereka, Fiat Panda kecil 875cc, dengan kecepatan rata-rata 43 mil per jam dan bisa menempuh lebih dari 1000 mil per hari.

"Ini telah menjadi salah satu pengalaman yang menyeramkan, tangguh dan sangat melelahkan. Kami banyak tinggal di mobil, keluar jika berhenti untuk mengisi bahan bakar atau tiba di perbatasan," kata Philip.

"Tapi kita tidak menyesal tentang Panda sebagai pilihan mobil. Ini adalah salah satu mobil terkecil yang mungkin bisa Anda beli di pasar Inggris, tetapi ini mobil yang sempurna, lincah dan cukup kuat untuk melewati persimpangan dua benua," imbuhnya dengan bangga.

Mereka melewati lebih dari 13 negara termasuk negara-negara yang sedang tidak aman. Mobil mereka menjadi mobil pertama menyebrang dari Sudan ke Mesir lewat lahan perbatasan yang baru.

Philip dan Paul melewati Libya, meskipun perbatasan negara secara resmi tertutup untuk orang asing. Aksi pemberontakan di Suriah memaksa mereka mengambil feri dari Tunisia ibukota Tunis, ke Sisilia selama akhir pekan.

Philip mengatakan bahwa bagian tersulit dari perjalanan yaitu ketika mereka melewati utara Kenya, dekat kota Marsabit, yang dikenal sebagai 'Road to Mars'.

Perjalanan melewati padang gurun, yang trek membentuk lubang-lubang besar bekas ban dari sejumlah kendaraan besar lainnya yang sebelumnya melewati daerah ini.

Dia mengatakan: "Kami memiliki malam yang panjang memilih cara kami melalui batu-batu ukuran sepakbola."

Tapi pengalaman yang terbesar adalah ketika melewati kota Libya Misrata, tempat pertempuran paling berdarah selama revolusi yang menggulingkan Kolonel Gaddafi pada 2011.

Philip menambahkan: "Kami sedang berkendara di sekitar jalan-jalan di malam hari dengan jalan memeriksa setiap 500 meter atau kurang. Ada anak-anak berkeliaran di truk pick-up dengan senapan mesin. Itu cukup pengalaman." [mor]


Add to Cart