INILAH.COM, Jakarta - Mantan petinju nasional dari Sulawesi Utara, Adrianus Taroreh meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Manado, Selasa (5/2/2013) malam.
Sekretaris KONI Manado, Chris Hombukou di Manadop Rabu (6/2) mengaku merasa kehilangan dengan meninggalnya Adiranus Taroreh.
"Adrianus adalah petinju yang telah mengharumkan nama daerah dan bangsa pada berbagai kejuaraan nasional maupun internasional," kata Hombukou saat melayat di rumah duka.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Manado, JL Sondakh mengatakan, sebagai atlet tinju terbaik, Adrianus telah membawa nama harum daerah dan bangsa Indonesia.
"Saya merasa kehilangan dengan meninggalnya Adrianus," kata Sondakh.
Sondakh mengatakan, selain berprestasi, semasa hidupnya, Adrianus terus berkarya untuk memajukan olahraga khususnya tinju di daerah itu.
Adrianus terus melatih generasi muda serta melaksanakan kegiatan olahraga.
"Adrianus mendorong generasi muda untuk mempersiapkan diri meningkatkan prestasi dibidangnya masing-masing seperti di cabang tinju," katanya.
Menurut Sondakh, sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), di Dinas Pemuda dan Olahraga Manado, Adrianus juga telah berbuat yang terbaik.
"Kendati hari- hari terkhir fisiknya melemah, tetapi semangatnya tinggi untuk melakukan pekerjaan dan bertangungjawab sebagai PNS," katanya.
Selama hidupnya, sebagai atlet tinju, Adrianus telah berprestasi pada berbagai kejuaraan nasional maupun internasional. Adrianus Taroreh pernah tampil membela Indonesia pada Olimpiade Seoul, tahun 1988.[iaf/antara]
Add to Cart