Senin, 18 Februari 2013

Pemerintah Siap Hadapi Tudingan Peternak Udang AS


INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah menampik tudingan pemberian subsidi kepada para eksportir udang, yang menyebabkan harga udang Indonesia lebih murah dibandingkan dengan AS.

"Tidak hanya Indonesia, semua negara juga menolak tuduhan itu," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo saat di kantornya, Senin (18/2/2013) menanggapi tudingan organisasi perudangan Amerika Serikat yaitu Coalition of Gulf Shrimp Industries (COGSI).

Selain Indonesia, setidaknya ada delapan negara yang dituduh oleh Amerika telah memberikan subsisi. Kedelapan negara tersebut diantaranya adalah, China, Ekuador, India, Thailand, Vietnam dan Malaysia. "Masing-masing negara akan memberikan pengacaranya masing-masing, begitu juga dengan Indonesia. Kita sudah siapkan pengacara dan dibantu pihak kedutaan di Amerika," ujar Sharif.

Terkait tuduhan subsidi tersebut Sharif memperkirakan bahwa hal tersebut merupakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang biasa diberikan kepada petani/peternak oleh pemerintah. "KUR itu tentu berbeda dengan subsidi, dia sifatnya hanya kredit murah yang diberikan pemerintah untuk rakyat, bukan untuk pelaku usaha," katanya.

Atas dugaan pemberian subsidi tersebut COGSI meminta US International Trade Comission (US-ITC) dan US Departement of Commerce menerapkan margin subsidi sebesar 0,75%-8,5% atas produk udang yang masuk ke AS. [hid]


Add to Cart