Jumat, 22 Februari 2013

Nasib Halim Mahfudz Ditentukan di Rapat Komeks


INILAH.COM, Jakarta - Tekanan untuk mengganti sekretaris jenderal PSSI Halim Mahfudz terus disuarakan. Menurut La Nyalla Mattalitti, Halim adalah penyebab molornya rekonsiliasi sepak bola nasional.


La Nyalla bersama tiga anggota Komite Eksekutif PSSI lainnya yang dipecat ketua umum PSSI, Djohar Arifin Husin, akhirnya bersedia diangkat kembali menjadi anggota Komeks. Kembalinya La Nyalla, Toni Aprilani, Roberto Rouw dan Erwin Dwi Budiawan secara simbolis ditunjukkan dengan kunjungan mereka ke Kantor PSSI menemui ketua umum Djohar Arifin Husin, Jumat (22/2/13).


Dalam jumpa pers usai pertemuan tersebut, La Nyalla mengungkapkan uneg-unegnya untuk mengganti Halim lewat rapat Komite Eksekutif (Komeks), yang waktu penyelenggaraannya akan ditentukan secepatnya.


“Saya memberikan wewenang penuh kepada Pak Djohar, untuk memilih Sekjen yang mendukung. Saya tidak memiliki calon siapa-siapa. Yang pasti harus sekjen yang tidak melebihi ketua umum,” ujar La Nyalla.


La Nyalla melihat, selama ini Halim selalu mendominasi pembuatan kebijakan-kebijakan PSSI versi Djohar, melebihi ketua umumnya sendiri, termasuk soal penyalahartian sejumlah poin dalam MoU perdamaian yang ditandatangani Djohar dan La Nyalla dihadapan AFC dan FIFA bulan Juni 2012.


Dalam MoU tersebut disebutkan bahwa Djohar harus menggelar kongres dengan peserta pemilik suara merujuk pada Kongres Luar Biasa PSSI di Solo tahun 2011. Selain itu, keempat Komite Eksekutif yang dipecat harus dikembalikan pada jabatannya semula dalam waktu secepatnya, yang prosesnya diatur oleh sekjen. Halim justru membuatnya berbelit-belit.


“Kita jangan dibelah-belah dengan keinginan dia. Kita punya pengalaman, saat verifikasi klub dia ingin voter (pemilik suara) Palangkaraya. Padahal Pak Djohar sudah siap dengan voter Solo,” La Nyalla menjelaskan.


Meski MoU sudah ditandatangani sejak pertengahan tahun lalu, kembalinya empat Komite Eksekutif baru terlaksana sekarang karena Halim justru mengajukan syarat-syarat yang memberatkan, yang akhirnya ditolak, seperti meminta keempatnya mengaku bersalah dan meminta maaf.


“Kami kembali karena FIFA dan AFC, yang meminta. Karena yang menghalangi kita adalah Halim. Dengan adanya syarat-syarat. Karena dari awal kita ingin kembali,” Toni Aprilani menambahkan.


Menanggapi keinginan keempat anggota Komite Eksekutif tersebut, Djohar Arifin mengaku siap mengakomodir.


“Kita akan bahas itu dalam rapat Komite Eksekutif. Kita harap (rapat) bisa (diadakan) secepatnya,” kata Djohar.


Sesuai Statuta PSSI pasal 62, sekretaris jenderal merupakan pemimpin dari sekretariat jenderal, yang bekerja di bawah instruksi ketua umum. Sedangkan sekretariat jenderal adalah badan administratif yang tidak punya kewenangan dalam masalah kebijakan organisasi PSSI.


Add to Cart