INILAH, Bandung - Jatira FC tampaknya bukan lawan yang seimbang bagi Big Reds, dalam babak penyisihan grup turnamen Edi Siswadi Cup 2013. Tim besutan Asep Rohmat tersebut menunjukkan kedigdayaannya, dengan mencukur Bigreds 8-0 di Stadion Persib, Selasa (19/2) sore.
Gol kemenangan Jatira FC diciptakan oleh Asep Amang di menit 10, Devi Aditya menit 34, Ruly M Salim menit 43, Ipan Setiawan menit 44, Asep Z menit 70, dan trigol dari Kamaruloh di menit 55, 58, dan 75.
Meski unggul telak, Asep sempat kesal dengan penampilan anak asuhnya karena hingga pertengahan babak pertama baru satu gol yang lahir. Dia menilai, para pemainnya terlalu menganggap remeh lawan sehingga tak mampu menjaringkan gol lebih banyak lagi.
"Sebenarnya kami sempat kesal, karena hampir 30 menit belum ada gol tambahan. Anak-anak terlalu percaya diri. Ada yang menganggap enteng, karena anggota Persib U-21 dan U-23. Ini merupakan evaluasi kedepannya. Evaluasi kalau mereka tidak serius bermain. Tidak ada pergerakan, komunikasi," ketus Asep kepada wartawan usai pertandingan.
Menurutnya, Bigreds seharusnya dapat menjadi lumbung gol bagi timnya. Dia pun merasa tak puas, meski delapan gol berhasil disarangkan pemainnya ke jala lawan.
"Padahal ini kunci untuk lumbung gol. Harusnya lebih produktif lagi. Delapan gol kalau dari permainan, saya sangat tidak puas. Bahkan kalau dengan pemain cadangan saja bisa menang," keluhnya.
Tak hanya itu, motivasi dan organisasi permainan anak asuhnya sangat jauh dari apa yang dia harapkan. Sebab, menghadapi lawan ringan seperti Bigreds, pemainnya gagal memberikan yang terbaik.
"Motivasi anak-anak, latihan yang kurang efektif, dan organisasi permainan tidak ditata dengan baik. Ini akan kami perbaiki kedepan," ucapnya.
Sementara di lain pihak, arsitek Bigreds Cundasatria tak ambil pusing kendati timnya digulung oleh Jatira FC dengan skor besar. Dia beralasan, keikutsertaan timnya dalam turnamen ini hanya untuk meramaikan saja. Dia mengaku hanya ingin melihat seberapa jauh keseriusan anak asuhnya bermain.
"Semangatnya memang untuk meramaikan turnamen saja. Pengen tahu sejauh mana keseriusan anak-anak fans Liverpool 1999. Untuk punya tim seperti ini juga bary sekarang. Kita juga enggak pasang target apa-apa," jelasnya.
Sedangkan pada hasil lain, Bina Pakuan ditahan imbang oleh Plasma 1-1. Dimana gol Bina Pakuan dilesakkan oleh M Rian di menit 27 dan akhirnya mampu dibalas oleh Tomi pada menit 74.[ang]
Add to Cart