INILAH.COM,Jakarta - Fenomena gizi lebih merupakan ancaman serius karena menimbulkan risiko utama penyakit tidak menular (PTM), yang juga merupakan penyebab utama kematian di Indonesia.
"Kegemukan atau obesitas sangat menjadi perhatian karena terkait dengan berbagai penyakit degeneratif berbahaya, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke dan kanker," kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboy,Sp.A, MPH, pada pembukaan Seminar Gizi Nasional dengan tema 'Mewujudkan Gizi Seimbang untuk Mengatasi Masalah Gizi Ganda' dalam rangka Hari Gizi Nasional 2013, di Jakarta, Senin (25/2).
Menurut Menkes, kondisi ini terjadi akibat dari penimbunan lemak tubuh berlebihan. Pada obesitas terjadi ketidakseimbangan antara asupan makanan dan pembakaran kalori dalam tubuh.
"Terjadinya obesitas juga melibatkan beberapa faktor, antara lain genetik, lingkungan, psikis, kesehatan, obat-obatan, perkembangan, dan aktivitas fisik," jelas Menkes.
Menkes juga menyarankan, jika ingin menurunkan berat badan, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah pembatasan asupan kalori dan peningkatan aktivitas fisik dengan rutin berolahraga.
Menurut Menkes, masalah gizi dan kesehatan telah bergeser, gaya hidup berubah, kondisi lingkungan juga berubah, sudah saatnya kita melakukan penyesuaian seiring dengan perubahan yang telah dan sedang terjadi.
“Seharusnya bila gizi seimbang diterapkan oleh seluruh masyarakat kita, masalah gizi kurang bisa dihindari dan masalah gizi lebih bisa dicegah,” tegas Menkes. [mor]
Add to Cart