INILAH.COM, Woking - Prinsipal Tim Mercedes GP yakin posisinya sebagai prinsipal tim tidak akan tergeser meski akan datang figur-figur baru di jajaran manajemen tim itu.
Sebelumnya, Toto Wolff sudah didatangkan Mercedes sebagai direktur eksekutif dan kabarnya Wolff ingin merekrut Direktur Teknik McLaren Mercedes, Paddy Lowe. Menurut Brawn, Lowe merupakan langkah persiapan andai Brawn memutuskan mundur.
“Saya tahu situasinya sepenuhnya. Mercedes ingin komitmen jangka panjang. Dan jelas, dengan banyak tambahan, saya ingin melihat bagaimana segalanya berjalan sebelum saya menyatakan komitmen jangka panjang terakhir saya. Jadi sebenarnya semuanya sudah tepat,” ujar mantan direktur teknik Ferrari itu seperti dilansir Autosport.
“Ini seperti rencana persiapan mundurnya dari Ferrari. Saat saya memutusakn untuk berhenti dari Ferrari, kami membuat rencana suksesi dan saya adalah bagian dari itu, saya sudah berbicara kepada Paddy, kami tahu situasinya.”
“Saya tahu semua rencana masa depan tim ini dan saya harap saya bisa menjadi bagian dari mereka untuk waktu yang lama. Seperti kita semua dalam hidup, jika kita merasa senang akan sesuatu yang kita lakukan, kita akan terus melakukannya. Jadi ini yang ingin saya lakukan,” katanya.
Dia juga menegaskan bahwa hadirnya orang-orang baru di manajemen tim tidak akan menimbulkan kekacauan dalam pengelolaan Mercedes karena masing-masing sudah memiliki tugas masing-masing.
“Saya adalah prinsipal tim. Saya bertanggung jawab atas masalah olahraga, teknis dan masalah-masalah balapan lainnya. Ada sisi lain yang saya sama sekali tidak tertarik untuk terlibat, yakni aktivitas komersial. Toto akan mengerjakan hal-hal pelengkap yang akan saya kerjakan,” kata Brawn.
“Tetapi semua orang tahu bahwa satu-satunya cara sebuah tim balap agar bisa berhasil adalah dengan memiliki hanya satu rujukan, dan sayalah rujukan itu,” ia menegaskan.
Satu hal yang membuat Brawn kecewa adalah masalah ini kemudian berkembang di khalayak disertai isu-isu yang tidak sesuai kenyataan.
“Ini sedikit mengecewakan karena menjadi santapan media. Ini bisa mengganggu kerja tim,” kata pria berusia 58 tahun itu.
Brawn memulai karirnya di Formula 1 sebagai teknisi pebalap legendaris Frank Williams, pemilik tim Williams F1. Spesialisasinya adalah aerodinamika. Ia menjadi direktur teknik Benetton pada 1991 dan pindah ke Ferrari. Selama di Benetton dan Ferrari, ia menjadi aktor dibalik sukses Michael Schumacher meraih tujuh gelar juara dunia.
Brawn kemudian pindah ke tim Honda pada 2007. Pada Maret 2009, Brawn membeli tim Honda, yang saat itu bangkrut, dan menggantinya dengan nama Brawn GP. Tim ini sukses meraih gelar juara dunia konstruktor dan juara dunia pebalap pada 2009, saat diperkuat Jenson Button.
Pada akhir 2009, Brawn GP dibeli Mercedes dan Brawn kini menjabat sebagai prinsipal tim sekaligus pemilik bersama Mercedes GP.
Add to Cart