Minggu, 06 Januari 2013

Pemanjat Tower PT KAI Ingin Bertemu Marzuki Alie



INILAH, Subang - Sudah tiga hari ini, sang pemanjat tower milik PT KAI Stasiun Pagaden yang diketahui bernama Agustinus Worowully (45), warga Kelurahan Karang Gayam Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, masih tetap bertahan di atas tower. Sejak menaiki tower setinggi 75 meter pada Jum’at (4/1/2013) sekitar pukul 07.00 WIB, hingga sekarang belum kunjung turun. Puluhan aparat gabungan dari Polres Subang dan Brimob pun terus mengupayakan evakuasi korban untuk turun.

Proses evakuasi dipimpin langsung Wakapolres Subang, Kompol Asep Pujiono didampingi Kasat Reskrim, AKP Darmono, Kasat Intelkam, AKP Asep Dedi Sudrajat dan Kapolsek Pagaden, AKP Ahmad Mulyana.

Berdasarkan pantauan INILAH, sekitar 16 personel Brimob turut dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi pelaku aksi nekat tersebut. Sebanyak 7 personel diantaranya berupaya memanjat tower untuk menjemput pelaku. Namun upaya tersebut belum berhasil, karena pelaku keukeuh bertahan. Bahkan dia sempat melempar petugas penjemput dengan sebuah rangka besi.

Setelah sempat melemparkan selebaran yang ditulisnya berisi ancaman untuk melakukan aksi bakar diri, pelaku kemudian menulis selebaran susulan yang diantara isinya mendesak untuk bertemu dengan Ketua DPR RI, Marzuki Alie.

“Tolong Datangkan Marzuki Alie, Pengkhianat Negara untuk menghadap saya, untuk jawab pertanyaan saya. (1) Kenapa gaji para karyawan ABRI/AD sejak keputusan PN Bandung tahun 2008 tidak juga dibayar?. (2) Jelaskan apa yang terjadi antara Telkomsel dan Indosat sehingga Sdr saya Deny AK masuk penjara, dan tower ini sebenarnya milik siapa?” tutur pelaku melalui selebaran yang dilemparkan dari atas tower, Minggu (6/1/2013).

Wakapolres Subang, Kompol Asep Pujiono menegaskan akan terus berupaya melakukan berbagai langkah untuk mengevakuasi pelaku. Namun dia mengaku belum akan melakukan upaya jemput paksa terhadap pelaku karena khawatir melakukan aksi nekat bunuh diri atau semacamnya.

“Kami akan coba terus upayakan negosiasi dengan pelaku agar bisa dievakuasi secara baik-baik, sebab dikhawatirkan dia melakukan perusakan fasilitas. Kita harapkan pelaku turun secara sukarela tanpa ada tekanan apa pun," kata Wakapolres.

Sementara itu, ulah nekat pelaku menjadi tontonan gratis warga sekitar maupun para penumpang KA di Stasiun Pagaden. Meski demikian, banyak warga yang mengeluhkan aksi pelaku karena dinilai mengganggu aktivitas warga, meresahkan lingkungan dan khawatir melakukan perusakan atas fasilitas tower sehingga dapat mengganggu jalur lalulintas dan komunikasi kereta api.

“Kalau memang pelakunya gak mau ditolong, sebaiknya aparat lakukan upaya jemput paksa saja sebelum dia akhirnya melakukan hal-hal lain yang membahayakan atau merusak fasilitas umum. Buktinya pas tadi mau dijemput aparat, dia malah melempar rangka besi. Takutnya besi itu dia copot dari bagian bangunan tower. Bisa-bisa towernya rusak," keluh warga setempat, Didi (50).[ang]


Add to Cart