Jakarta, KompasOtomotif – Kecelakaan maut yang melibatkan Muhammad Rasyid Amrullah, anak Menko Perekonomian Hatta Rajasa, kemungkinan besar gara-gara kelelahan yang berakibat kantuk. Selanjutnya, respon jadi berkurang. Analisis itu diutarakan Bintarto Agung, Presiden Direktur Indonesia Defensive Driving Center (IDDC) yang dihubungi KompasOtomotifsore ini (2/1).
Menurut Bintarto, 37 persen dari kecelakaan karena pengemudi dalam kondisi lelah. ”Kemampuan menganalisa turun drastis dan tidak bisa mengukur kecepatannya, apalagi kecepatan orang lain,” terangnya.
Bintarto meyakini hal tersebut karena kecelakaan terjadi pada ”jam tidur”, yaitu pukul 05.45. Kondisi lelah rawan terjadi antara pukul 02.00 hingga 06.00. Apalagi, Rasyid belum beristirahat setelah semalaman merayakan pesta tahun baru.
Polda Metro Jaya sore ini sudah mengumumkan hasil tes pengaruh obat-obatan terlarang yang mungkin dikonsumsi Muhammad Rasyid Amrullah, sebelum kecelakaan maut terjadi yang merenggut dua nyawa, kemarin (1/1). Hasilnya, Rasyid bebas kokain, amphetamin, methametamin, kanabis atau ganja dan morfin.
Belum diungkapkan kemungkinan pengaruh alkohol oleh Kepolisian. Dalam jumpa pers, Kombes Rikwanto hanya menjawab dengan nada bercanda ketika wartawan menanyakan kemungkinannya. ”Ya, masak malam tahun baru minumnya (sirup) ABC atau Orson?” guraunya.
Add to Cart