INILAH.COM, Los Angeles - Petinju asal Inggris, Amir Khan, berhasil mengalahkan Carlos Molina, yang sebelumnya tak pernah kalah dengan rekor 17 kali menang dan sekali imbang.
Petinju keturunan Pakistan itu menang pada ronde kesepuluh pada pertarungan yang digelar di Los Angeles Sports Arena, Minggu siang (16/12/12) WIB.
Khan mendominasi nyaris di setiap ronde, sampai akhirnya Jack Reiss menghentikan laga pada ronde kesepuluh karena melihat petinju asal Amerika Serikat keturunan Meksiko itu sama sekali tak memberikan perlawanan.
Ini adalah kemenangan Khan dibawah pelatih baru Virgil Hunter. Sebelumnya, Khan meninggalkan pelatih kondang Freddie Roach (melatih Manny Pacquiao, Oscar De La Hoya) setelah menelan dua kekalahan beruntun dari Lamont Peterson (Desember 2011) dan Danny Garcia (14 Juli 2012).
“Saya rasa saya sudah sesuai dengan rencana, yaitu tetap mengandalkan jab,” ujar Khan seperti dinukil dari Yahoo Sports.”Carlos mendapat pukulan yang lumayan telak tetapi tetap maju, saat itulah saya mulai berpikir bahwa saya lebih baik mempertahankan rencana ini.”
Sementara itu, Molina, yang sempat meminta agar laga terus dilanjutkan, jelas merasa kecewa dengan kekalahannya.
“Saya tak tahu apa yang terjadi. Saya ingin melepaskan pukulan tetapi untuk satu alasan saya tak bisa menggerakkan tangan dengan leluasa. Dia amat cepat dalam melancarkan jab dan saya ragu untuk masuk,” katanya.
Setelah laga ini, Khan merencanakan balas dendam kepada petinju terakhir yang mengalahkannya.
“Saat itu (lawan Garcia), dia mengenai saya dengan pukulan yang telak, tetapi saya akan melawan Garcia lagi, kapanpun, dimanapun,” katanya.
Dengan kemenangan ini, Khan memperbaiki rekornya menjadi 27 kali menang (19 kali KO) dan tiga kali kalah. Sementara Molina merasakan kemenangan pertama sepanjang karirnya, mencederai rekornya menjadi 17 kali menang, sekali imbang dan sekali kalah.
Add to Cart