INILAH.COM, Jakarta - Walau banyak masyarakat pada akhir Desember 2012 yang mengambil waktu liburan, namun Presiden SBY menegaskan bahwa para Menteri tidak boleh libur.
Hal ini dikemukakan Presiden saat menggelar Sidang Kabinet Paripurna, pukul 20.00 WIB tadi. Menurutnya negara tidak pernah tidur dalam kondisi apa pun.
SBY mengatakan akhir tahun ini masyarakat dihadpkan oleh musim libur yang cukup panjang, sekitar 11 hari.
"Bagi sebagian kalangan di negeri kita, bagi sebagian saudara-saudara kita barangkali, akhir Desember ini dilihat sebagai libur besar, karena ada dua kali empat hari libur bersama yang baru saja kita lalui, mulai tanggal 22, 23, 24, dan 25. Kemudian Insya Allah akan ada libur bersama mulai tanggal 29, 30, 31, dan 1. Sehingga tiga hari ini banyak yang mengambil cuti, sehingga 11 hari mereka bisa berlibur," terang SBY, dalam pembukaan Sidang Kabinet Paripurna, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (26/12/2012).
Namun bagi SBY libur panjang tersebut tidak berlaku bagi pemimpin pemerintahan dan jajaran pembantunya di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. SBY menggelar Sidang Kabinet Paripurna malam ini, dengan dihadiri Wakil Presiden Boediono dan seluruh menteri KIB II.
"Tentu bagi kita, tiga hari ini justru kita gunakan dengan sebaik-baiknya. Falsafah kita, 'state never sleep'. Negara, pemerintah, kita harus bekerja sebagaimana yang bekerja di rumah sakit, di jalan-jalan mengatur lalu lintas, di tempat-tempat pelayanan publik dan sebagianya," kata SBY.
"Kita juga bertugas untuk negara kita, dan besok juga ada Sidang Kabinet Paripurna, acaranya tunggal, kita ingin mendengarkan pertimbangan dan rekomendasi dari Wantimpres terhadap apa yang kita lakukan setahun ini, sekaligus apa yang kita lakukan di jajaran pemerintah utamanya kementrian/lembaga di tahun 2013 mendatang," terang SBY. [gus]
Add to Cart