INILAH, Soreang - Jajaran Pemkab Bandung, Selasa (4/12/2012) melaksanakan Rapat Kordinasi Penanggulangan Bencana Kabupaten Bandung 2012. Rakor ini terkait banjir tahunan yang selalu menghampiri beberapa wilayah Kab Bandung Selatan.
Bupati Bandung Dadang Naser mengatakan banjir tidak dapat dihilangkan hingga nol persen. Namun pihaknya akan terus berusaha, agar setiap tahunnya genangan banjir terus mengalami penyusutan.
"Inti dari rakor bagaimana visi misi Kab Bandung mencari solusi mengatasi kemiskinan, banjir, longsor. Terutama kemiskinan dimana di Kabupaten terdapat rumah-rumah kumuh sebanyak 70 ribu," katanya.
Naser mengatakan untuk dapat menanggulangi permasalahan banjir, pihaknya berharap semua pihak ikut terlibat, mulai dari pemerintah, swasta, para ilmuwan, penggiat lingkungan, dan masyarakat. "Untuk itu saya mengajak kepada semua pihak untuk sabilulungan mengatasi persoalan banjir ini sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing,” harapnya.
Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab Bandung Tisna Umaran mengatakan bencana alam yang terjadi di Kab Selatan seperti bencana longsor masih tetap menjadi ancaman warga Kabupaten Bandung.
Hasil kajian Pemkab Bandung dan ITB menunjukkan potensi tanah longsor di Kabupaten Bandung terdapat di 65 titik yang tersebar di Kecamatan Cimenyan, Cilengkrang, Banjaran, Cimaung, Pangalengan, Cicalengka, Cikancung, Ciparay, baleendah, Pacet, Kertasari, Paseh, ibun, Soreang, Ciwidey, Rancabali, Pasirjambu dan Kecamatan Arjasari.
"Dari 65 titik ini, 10 titik di antaranya masuk kategori kerentanan tinggi masing-masing di Ciwidey, Rancabali, Arjasari dan Kertasari, sedangkan sisanya kategori menengah,” kata Tisna Umaran.
Untuk itu, Pemkab Bandung akan mengambil langkah dalam pengendalian bencana longsor seperti cara vegetatif teknis disamping melalui pola integritas pertanian. Khusus secara vegetatif, selama 2012 telah ditanam sekitar 3.828.200 batang pohon kayu di sejumlah areal lahan kritis.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Bandung Marlan mengatakan akibat bencana alam yang terjadi hingga sampai saat ini, sebanyak 912 rumah mengalami rusak ringan, 54 rumah rusak sedang dan sebanyak 18 rumah rusak berat.
"Banjir juga menyebabkan 4.874 KK atau 18.329 jiwa mengalami penderitaan," kata Marlan.[jul]
Add to Cart