INILAH.COM, Cirebon - Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka akan berdampak besar pada peningkatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat. Khususnya bagi wilayah Ciayumajakuning (Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan) yang akan menjadi daerah tujuan kaum urban.
Asisten Deputi Jaringan Penyedia Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), Sri Setiawati mengatakan, dalam jangka waktu dekat, sekitar lima hingga sepuluh tahun mendatang, Majalengka mampu menjadi tujuan urban.
"Sekalipun baru pada tatanan prediksi, namun kami optimistis Majalengka akan menjadi medan magnet besar bagi kaum urban. Oleh karena itu, perlu ada kajian khusus untuk meminimalkan dampak negatif yang dimungkinkan terjadi. Bukan hanya itu, permintaan tenaga kerja terdidik menjadi tuntutan dan tantangan utama," kata Sri.
Menanggapi tantangan itu, Rektor Unswagati Djakaria Machmud mengaku siap jika diminta menyiapkan SDM profesional dan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan. "Sebagai perguruan tinggi pencetak SDM, kami menyatakan siap, untuk mempersiapkan SDM-SDM yang profesional, yang kompetensinya sesuai dengan apa yang akan dibangun. Jangan sampai kita (orang pribumi) hanya mampu melihat saja, kita harus care. Tentu sebagai lembaga pendidikan kita harus mempersiapkan kalau diminta," kata Djakaria.
Pihaknya pun menilai, pembangunan BIJB merupakan potensi besar bagi kemajuan Ciayumajakuning dan Jawa Barat secara keseluruhan. Dirinya berharap, keberadaan BIJB bakal menyerap tenaga kerja asal Ciayumajakuning. Selain itu, ia juga memberikan usulan penambahan jalur tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) agar ditembuskan sampai Cirebon.
"Walaupun dengan Cikampek-Palimanan hanya bersentuhan kurang lebih 35 kilometer. Jadi, kalau langsung lebih bagus. Ini mudah-mudahan dapat dipikirkan," tegasnya
Pembangunan BIJB dan Kertajati Aerocity pun akan diintegrasikan dengan infrastruktur jalan tol Cisumdawu yang kini mulai dibangun dan jalan akses dari dan menuju kawasan Kertajati Aerocity.[ang]
Add to Cart