Selasa, 25 Desember 2012

2012, 8 Warga Sukabumi Meninggal Akibat DBD



INILAH, Sukabumi - Sepanjang tahun 2012, tercatat sebanyak lima orang penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) meninggal dunia di wilayah Kota Sukabumi. Kondisi ini berbeda dengan tahun 2011 lalu yang tidak ada kasus meninggal dunia pada penderita penyakit DBD.

Kelima penderita DBD yang meninggal dunia itu dua diantaranya berasal dari Kecamatan Cibeureum, dua warga berasal dari Kecamatan Baros dan satu warga lagi tercatat sebagai warga Kecamatan Gunung Puyuh.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi sepanjang tahun 2012 tercatat sebanyak 865 kasus terjangkit penyakit DBD dan lima penderita diantaranya meninggal dunia. Sedangkan pada tahun 2011 tercatat hanya sebanyak 532 kasus penyakit DBD.

"Meningkatnya kasus DBD ini memang sangat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Padahal kami terus berupaya melakukan pencegahan dengan berbagai program kepada masyarakat," kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kota Sukabumi, Jalaludin kepada wartawan, Selasa (25/12/2012).

Menurut Jalaludin, angka tertinggi kasus DBD terjadi pada Juli 2012 lalu. Pada bulan Juli, angkanya melebihi jumlah kasus pada 2011 lalu. Sehingga dengan adanya kenaikan jumlah kasus ini menjadi perhatian dari pemerintah pusat melalui Kementrian Kesehatan (Kemenkes).

"Kemenkes melalukan penelitian sejak pertengahan tahun dan sampai saat ini masih dilakukan. Tapi kami belum bisa mengetahui hasilnya. Ya diperkirakan baru bisa diketahui pada pertengahan 2013 nanti," ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Jalal, setelah mendapatkan kasus DBD meningkat pada Juli pihaknya langsung melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan. Mulai dari melakukan pengasapan (fogging) massal hingga melakukan upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta melatih Juru Pemantau Jentik Nyamuk (Jumantik).

Jalal menuturkan, penyebab meningkatnya angka DBD ini diduga karena belum meningkatnya kesadaran masyarakat dalam melakukan program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehari-hari. Juga masih banyak warga yang hanya mengandalkan pemberantasan nyamuk dengan fogging untuk melakukan pencegahan.

"Warga masih meminta fogging, padahal untuk pencegahan dan pemberantasan nyamuk Aedes aegypti yang paling utama dengan PSN. Kalau melihat kondisi di lapangan masih banyak ditemukan genangan air akibat curah hujan yang menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti," tuturnya.

Ditambahkan Jalal untuk kasus penderita DBD yang meninggal dunia itu memang terjadi di wilayah langganan penderita DBD. "Yang meninggal dunia juga karena diperparah penyakit penyerta lainnya. Jadi tidak murni terjangkit DBD, dan diantaranya terdapat pelajar SMA," tambah Jalal.

Sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi mencatat jumlah kasus DBD sepanjang tahun 2012 (Januari-awal Desember) mencapai sebanyak 800 orang penderita. Padahal pada 2011 lalu jumlah kasus DBD hanya sebanyak 365 orang penderita.

"Lonjakan kasus terjadi pada musim hujan. Hal ini berdasarkan laporan dari puskesmas dan rumah sakit yang menangani para penderita DBD," kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M), Dinkes Kabupaten Sukabumi, Yogi Rosbianto kepada wartawan, Selasa (4/12/2012).

Yogi menuturkan akibat serangan penyakit DBD ini sepanjang tahun 2012 juga terdapat tiga warga yang meninggal dunia. Ketiga penderita tersebut merupakan warga Kecamatan Kalapanunggal, Cicurug, dan Cikembar. "Kondisi kesehatan ketiga warga tersebut juga diperparah dengan penyakit penyerta lainnya," tuturnya.[ang]


Add to Cart