Jumat, 02 November 2012

Pindah ke Tim Lemah, Hamilton Justru Bersemangat


INILAH.COM, London - Lewis Hamilton tak risau meski performa tim barunya saat ini, Mercedes GP, lebih payah dibandingkan McLaren, yang akan ditinggalkannya di akhir musim nanti.


Hamilton resmi menandatangani kontrak bersama Mercedes pada 28 September lalu dan berlaku selama tiga tahun terhitung setelah diaktifkan pada awal musim 2013 mendatang. Sejak saat itu pula, tepatnya selama tiga balapan terakhir di Jepang, Korea Selatan dan India, Mercedes gagal meraih poin.


“Itu justru membuat saya lebih bersemangat untuk segera bergabung dan mencetak poin!” ujarnya seperti dilansir Autosport. “Saya sangat senang dengan keputusan yang saya buat dan itu tidak dipengaruhi oleh performa Mercedes.”


“Kadang seseorang mengalami masa-masa sulit dan kamipun (McLaren) juga pernah kesulitan mencetak poin di masa lalu. Tetapi saya belum benar-benar mengamati masalah apa yang mereka hadapi, saya belum mengamatinya,” ia menambahkan.


Hamilton menyadari inferioritas Mercedes dibanding timnya saat ini sejak sebelum mengambil keputusan. Namun ia menyikapi masalah ini sebagai tantangan.


“Saya tahu betapa besarnya (masalah) ini. Saya benar-benar berpikir dengan keras dan saya sadar betapa besarnya. Mungkin ini akan menjadi tugas besar, tetapi saya justru bersemangat menghadapinya,” ia menegaskan.


Sebagai seorang profesional, Hamilton menegaskan konsentrasinya hanya akan diberikan kepada McLaren, yang masih dibelanya hingga musim 2012 berakhir.


“Saya terus berkonsentrasi untuk menghadirkan gelar juara konstruktor untuk tim dan mencoba meraih poin sebanyak mungkin. Secara teori kami masih punya peluang untuk memenangkan gelar konstruktor sehingga kami akan mengerahkan seluruh kemampuan,” katanya.


McLaren saat ini berada di posisi ketiga klasemen konstruktor dengan 306 poin, terpaut 99 poin dari Red Bull yang berada di tempat teratas. Mercedes berada di tempat kelima dengan selisih 170 poin dari McLaren.


Balapan musim ini menyisakan tiga seri lagi. Ini artinya, setiap tim punya peluang meraih maksimal 129 poin hingga musim ini usai jika kedua pebalapnya selalu finis di urutan pertama (25 poin) dan kedua (18 poin).


Add to Cart