INILAH.COM, Paris - Asa tim kata beregu putra Indonesia menjadi juara dunia, kandas. Faizal Zainuddin, Aswar dan Fidelys Lolobua, tak bisa melanjutkan langkahnya setelah dikalahkan trio kata beregu Uni Emirat Arab (2-3) pada babak pertama Kejuaraan Dunia Karate Senior di Omnisport de Paris Bercy, Paris, Prancis, Kamis (22/11) malam atau Jumat (23/11) dini hari WIB.
Kekalahan tersebut tentu saja di luar dugaan. Selain Faizal cs tampil sempurna, tim Uni Emirat Arab juga tidak istimewa. Karena itu, Pelatih Tim Kata Omita Olga Ompi hampir tidak percaya dengan kegagalan itu.
”Saya tidak percaya dengan semua ini. Saya merasa Faizal cs tampil lebih sempurna ketimbang lawannya,” ujar Omita.
Meski begitu, Omita mengakui bahwa anak asuhnya tengah beradaptasi dengan teknik kata tanpa banyak suara. Menurutnya, sejak kekalahan pada Kejuaraan Karate Asia Tenggara (SEAKF) di Bangkok, Thailand, Oktober lalu, dia meminta Faizal cs menerapkan teknik kata yang lebih soft.
”Kami menerima masukan dari para wasit bahwa penyebab kekalahan Faizal di Bangkok karena mereka bermain kata yang mengeluarkan suara terlalu banyak seperti saat memukul atau pergerakan kaki di matras. Itu yang diasah di pelatnas dan diterapkan pada kejuaraan dunia ini,” terang Omita.
”Sayangnya, itu belum memberikan hasil maksimal. Di luar itu, saya tidak tahu apakah ada faktor non teknis atau tidak dengan kekalahan Faizal,” tambahnya lagi.
Sebetulnya, jika Faizal mampu melewati UAE, mereka akan berhadapan dengan Malaysia yang jadi rival abadi di level Asia Tenggara. Malaysia sendiri, dengan kekalahan Indonesia di babak pertama, bisa melanju dengan mudah. Setelah menaklukkan Kenya pada babak pertama, mereka manghabisi UAE pada babak kedua. Hanya memang langkah mereka terjegal Jepang di babak ketiga.
Add to Cart