Rabu, 31 Oktober 2012

Tuntaskan Kemiskinan, KBB Berharap Program Pusat



INILAH.COM, Ngamprah - Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) sangat berharap angka keluarga miskin di KBB berkurang. Saat ini, angtka keluarga miskin di KBB mencapai 100 ribu Kepala Keluarga (KK).

Melalui Program Keluarga Harapan (PKH) yang didanai APBN, Pemkab Bandung Barat menargetkan dapat mengurangi sekitar 27 ribu warga sangat miskin.

"Angka itu tetap akan divalidasi dan dilakukan verifikasi oleh pemerintah pusat. Tapi kami menargetkan angkanya tidak akan bergeser dari jumlah tersebut," ujar Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) KBB, Adang Rahmat Safaat, Rabu (31/10/2012).

Berdasarkan data yang diperoleh, jika mengacu pada data BPS hasil pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2011, jumlah rumah tangga miskin (RTS) di KBB sebanyak 103.985 RTS. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 8.251 RTS dibandingkan hasil pendataan 2008.

Ditambahkan Adang, KBB merupakan daerah di Jawa Barat yang mengusulkan jumlah keluarga miskin terbanyak. Ini dikarenakan Pemda KBB berupaya melakukan percepatan pengentasan kemiskinan. Pasalnya, apabila hanya mengandalkan APBD Kabupaten perlu waktu sangat lama.

Program PKH akan memberikan uang bantuan sebesar Rp2.200.000 per tahun kepada setiap keluarga miskin. Kriteria keluarga miskin, indikatornya adalah keluarga yang tidak mempunyai penghasilan tetap, memiliki anak usia sekolah tapi tidak bersekolah, ibu hamil dan kebutuhan papannya belum terperhatikan.

Bantuan tersebut akan terus dipantau penggunaannya dan hanya boleh dipergunakan untuk kepentingan sekolah, persalinan, dan peningkatan ekonomi produktif melalui sektor usaha.

"Jika angka 27 ribu keluarga sangat miskin di KBB diberi bentuan, maka total pusat akan memberikan bantuan ke KBB sebesar kurang lebih Rp54 miliar," tegasnya.[ang]


Add to Cart