Minggu, 28 Oktober 2012

Pemuda Harus Bangkit dan Bersatu


INILAH.COM, Jakarta - Kebangkitan pemuda diberbagai bidang diharapkan akan segera terjadi beberapa tahun kedepan. Namun, kebangkitan pemuda harus dibarengi dengan persatuan pemuda dan semangat kesatuan dalam bingkai NKRI.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Taufan EN Rotorasiko dalam acara diskusi bertema 'Merangkai Keragaman Gerakan Mahasiswa Dalam Bingkai NKRI' yang diselenggarakan oleh BEM Nusantara di Islamic Center Bekasi Jawa Barat, Sabtu (27/10/2012).

Selain Taufan, hadir juga anggota DPR dari fraksi Partai Golkar Poempida Hidayatulloh dan Anggota DPR dari Fraksi PPP Husnan Fanani.

"Beberapa tahun ke depan akan muncul banyak tokoh muda dalam berbagai bidang, namun kemunculan tersebut harus dibarengi dengan persatuan pemuda yang kuat. Ketika ada konflik itu wajar. Jadikan konflik itu sebagai dinamisasi internal saja untuk mematangkan kepemimpinan kita, tanpa perlu muncul ke publik," kata Taufan.

Peringatan sumpah pemuda tahun ini, kata Taufan, sangat berkesan. Pasalnya banyak sekali kegiatan kepemudaan yang diselenggarakan oleh kelompok dan komunitas pemuda di dalam dan di luar negeri.

Taufan pun menyoal peringatan sumpah pemuda. Menurutnya, harus ada 'upgrade', pemaknaan ulang dan jika perlu diadakan sumpah pemuda sesi ke-II. Ia menilai, sumpah pemuda adalah perumusan nilai sebagai karakter pemuda indonesia.

Untuk itu, kata Taufan, KNPI akan memperjuangkan tiga hal. Pertama, Karakter pemuda yang mempunyai nilai disiplin, jujur, beretika, sabar, berjuang ,ikhlas dan lain sebagainya.


"Pemuda Jangan sampai kehilangkan karakter. Karena kehilangan karakter sama dengan kehilangan segalanya," tukasnya.

Ia menyindir sikap pragmatisme yang melekat pada pemuda saat ini. Menurutnya, sikap itu harus diubah menjadi sikap berjuang dan berkarya.


"Sebab tidak lama lagi kita akan masuk pada kompetisi Asean Community. Dan hanya dengan kerja keras, pemuda akan menghantarkan bangsa ke level yang lebih tinggi untuk setara dengan bangsa-bangsa besar lainya," tukasnya.

Kedua, KNPI akan membangun Nasionalisme pada karakter pumuda hari ini. Dan ketiga, KNPI bertekad akan membangun kemandirian pemuda di masa mendatang.

Sementara itu, Poempida mengkritik pemerintah. Menurutnya, pemerintah saat ini tidak memiliki political will pada pemuda.


"Contohnya dengan kurang efektifnya pengelolaan dana pendidikan kita. Pengelolaan ini belum menyentuh subtansi pengembangan manusia seutuhnya. Pemerintah terkesan mengecilkan makna pemuda," tegas Poempida.

Lain lagi dengan Husnan. Menurutnya, untuk membangun bangsa dalam koridor nasionalisme dan demokrasi harus dilakukan bersama.


"Nasionalisme harus dibangun bersama, dan disadari dengan penggalian semangat dan nilai masa lalu, dimana peran pemuda masa lalu sangat luar biasa peranannya untuk kemerdekan Indonesia. hari ini harus ada langkah untuk melakukan perubahan dengan menegaskan karakter pemuda. Sebab karakter dan nasionalisme pemuda sudah mulai meluntur," tukas Husnan.

Ketiganya sepakat, pemuda saat ini perlu memahami Indonesia secara utuh agar bisa melahirkan nasionalisme yang jelas dan tegas. [gus]


Add to Cart