INILAH.COM,Jakarta - Sebagai seorang perias, Suzi Sahroni, tak hanya piawai merias pengantin adat tradisional, tetapi juga bisa merias seseorang bak bintang idolanya.
Berpenampilan bak bintang idola layaknya Marilyn Monroe, dan Geisha ternyata mudah dilakukan. Pasalnya, dengan browsing di internet, karakter para pesohor dunia itu bisa dikenali dan dipindahkan ke wajah orang lain.
Caranya, melalui pemilihan bahan make up yang cocok dengan warna kulit.
"Kuncinya adalah mengenali jenis kulit dan bahan make up yang cocok saja," kata pemilik Rumah Ayu Suzi, Suzi Sahroni, di Jakarta, Senin (22/10).
Menurut wanita berusia 50 tahun itu, merias wajah ala fashionista lebih mudah ketimbang merias pengantin adat Jawa, Sunda, dan Betawi.
Suzi menjelaskan, dalam merias wajah seseorang yang ingin berpenampilan ala idolanya, pemakaian make up tak harus keluaran merek-merek luar yang mahal.
Karena, kualitas merek lokal seperti Sari Ayu, Mustika Ratu justru lebih baik untuk kulit masyarakat Indonesia.
"Cukup disesuaikan saja dengan jenis kulitnya, kecuali untuk foundation atau alas bedak, produk luar memang masih lebih baik," jelas pengagum perias kenamaan Indonesia, Almarhumah Tien Santoso itu.
Menjadi perias, sambung Suzi tak perlu ngoyo, yang penting harus mengutamakan panggilan hati apalagi jika ingin menjadi perias pengantin jawa.
" Jadi perias pengantin Jawa adalah bagian dari pengabdian dalam melestarikan nilai-nilai budaya. Sebab, kerap terjadi ketidak seragaman antara busana dengan upacara adatnya, karena sebuah ketidakpahaman," urainya ibu satu putra yang pernah bekerja di salah satu bank swasta ini.
Walaupun piawai dalam merias seseorang menjadi bintang idola seperti Marilyn Monroe, Geisha, dan Michalle Jacson, dirinya akan mengaku akan tetap memprioritaskan merias pengantin yang menjadi utamanya.
"Merias pengantin Jawa itu tak gampang, kita harus ikut ngaloki (berpuasa dan berdoa) selama tiga hari agar hasil riasannya maksaimal," ungkapnya.
Selain itu, sambung Suzi, menjadi perias pengantin harus benar-benar bisa menjadi panutan. Artinya, segala tutur kata dan perbuatannya harus terjaga.
"Kepuasan sebagai perias itu bila si pengantin bisa tampil manglingin. Itu saya bersyukur sekali. Karena itu, saya nglakoni dan berdoa sebelum merias," terang Suzi.
Add to Cart